Banyak pasangan mengira undangan pernikahan islami cukup diberi ornamen kubah, warna hijau, dan kaligrafi. Padahal yang paling sering ditanyakan keluarga justru isinya. Ayat apa yang dipakai? Perlu foto berdua atau tidak? Musiknya pantas atau tidak?
Di Sahnikah, kategori Islami termasuk yang paling banyak dipilih, dan pertanyaan seperti itu hampir selalu muncul di chat sebelum pasangan memutuskan tema. Jadi di tulisan ini kami kumpulkan jawabannya, lengkap dengan contoh teks yang bisa langsung dipakai.
Apa yang membuat undangan pernikahan islami berbeda?
Bukan soal hiasan. Undangan disebut islami karena isinya mengikuti adab mengundang: dibuka dengan salam, menyebut nama Allah, menyertakan doa, dan mengundang orang ke walimah dengan cara yang sopan.
Menghadiri walimah sendiri punya kedudukan khusus. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seseorang diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya. Karena itu, undangan yang jelas dan mudah dibaca juga bagian dari memudahkan tamu memenuhi undangan tersebut.
7 hal yang perlu diperhatikan di undangan pernikahan islami
1. Salam pembuka dan basmalah
Mulai dengan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”, lalu basmalah. Di undangan cetak, sebagian keluarga ragu menulis lafaz Allah karena kertasnya sering berakhir di tempat sampah. Ini salah satu alasan banyak keluarga beralih ke undangan digital. Tidak ada kertas yang terbuang.
2. Ayat atau doa pilihan
Ayat yang paling sering dipakai adalah QS Ar-Rum ayat 21 tentang pasangan yang diciptakan agar hati merasa tenteram, dengan rasa kasih dan sayang di antaranya. Pilihan lain adalah QS An-Nur ayat 32 atau QS Adz-Dzariyat ayat 49.
Pilih satu saja. Undangan pernikahan islami yang memuat tiga ayat panjang di layar HP akan membuat tamu harus scroll jauh sebelum menemukan jadwal. Cantumkan teks Arab beserta terjemahannya, dan salin terjemahan dari sumber resmi Kemenag supaya tidak ada kata yang keliru.
3. Foto boleh ada, boleh tidak
Soal foto prewedding, keluarga punya pandangan berbeda-beda, dan itu wajar. Sebagian memilih ilustrasi, sebagian hanya inisial nama, sebagian tetap memakai foto berdua dengan busana tertutup.
Di Sahnikah, kolom foto bersifat pilihan. Kalau foto mempelai dan galeri tidak diisi, bagian itu otomatis disembunyikan dari undangan. Tidak akan ada kotak kosong atau foto contoh yang tertinggal.
4. Musik juga pilihan
Ada keluarga yang ingin undangan tanpa musik sama sekali. Ada juga yang memilih nasyid, shalawat, atau instrumental. Di formulir kami, koleksi lagu bisa dicari dengan kata “religi” atau “instrumental”. Kalau dibiarkan kosong, pemutar musiknya tidak tampil di undangan.
5. Nama mempelai dan orang tua
Tulis lengkap: “putri pertama dari Bapak … dan Ibu …”. Kalau orang tua sudah wafat, banyak keluarga menambahkan “(Alm.)” atau “(Almh.)” di belakang nama. Tanyakan dulu ke keluarga sebelum menulisnya, karena ada yang lebih nyaman tidak mencantumkannya.
6. Akad dan walimah
Pisahkan jadwal akad nikah dan walimatul ‘ursy (resepsi). Akad biasanya lebih terbatas, jadi kalau tempatnya kecil, tulis dengan jelas bahwa tamu umum diundang ke walimah saja. Tambahkan peta supaya tamu tidak tersesat.
7. Doa untuk pengantin dan salam penutup
Tutup dengan harapan doa restu dan “Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Banyak undangan pernikahan islami juga menuliskan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk pengantin: Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair. Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi.
Susunan isi undangan pernikahan islami

Urutan di atas memang sengaja menaruh jadwal dan peta setelah nama mempelai, bukan di paling bawah. Tamu yang membuka tautan dari WhatsApp biasanya mencari dua hal: siapa yang menikah dan kapan acaranya.
Contoh teks undangan pernikahan islami
Berikut contoh undangan pernikahan islami yang bisa kamu sesuaikan dengan nama dan jadwal sendiri.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dengan memohon rahmat dan ridha Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan pernikahan putra-putri kami:
Aisyah Rahmawati
putri pertama Bapak H. Ahmad Fauzi dan Ibu Hj. Siti Maryamdengan
Fadil Hakim
putra kedua Bapak Abdul Rahman dan Ibu Nur AiniAkad nikah: Sabtu, 12 Desember 2026, pukul 08.00 WIB
Walimatul ‘ursy: Sabtu, 12 Desember 2026, pukul 11.00 sampai 14.00 WIBMerupakan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kalimat “berkenan hadir dan memberikan doa restu” sengaja dibuat sederhana. Tidak perlu kalimat yang terlalu panjang, yang penting sopan dan jelas.
Tema undangan pernikahan islami di Sahnikah
Saat ini ada 14 tema di kategori Islami kami. Beberapa yang sering dipilih:
- Islami New – 2 (Rp 150.000). Pintu bermotif geometri hijau-emas dengan bulan sabit dan untaian melati. Tamu menyentuh “Buka Pintu” untuk masuk ke undangan.
- New Islami (Rp 150.000). Bingkai emas dengan siluet masjid dan taman bunga bergaya cat air. Kesannya lembut dan tidak terlalu ramai.
- Tema 09 (gratis, aktif 7 hari). Ilustrasi pengantin 3D, cocok kalau kalian memilih tidak memakai foto.
Semua tema punya RSVP, ucapan tamu, nama tamu otomatis di tautan, dan amplop digital dengan potongan 0%. Lihat semuanya di kategori undangan digital Islami. Kalau masih menimbang antara tema gratis dan premium, perbandingannya ada di artikel undangan pernikahan online gratis.
Menikah dengan adat Jawa juga? Kami punya panduan terpisah soal undangan pernikahan adat Jawa, termasuk cara menggabungkan salam Islami dengan susunan acara adat.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah undangan pernikahan islami harus tanpa foto?
Tidak ada satu jawaban yang disepakati semua orang. Ikuti keyakinan kalian dan keluarga. Yang penting, temanya tetap rapi baik dengan foto maupun tanpa foto. Karena itu kami membuat bagian foto otomatis tersembunyi saat tidak diisi.
Bolehkah menulis ayat Al-Qur’an di undangan digital?
Kekhawatiran yang sering muncul adalah ayat yang tercetak di kertas lalu terbuang. Undangan digital tidak punya masalah itu. Tetap pastikan teks Arab dan terjemahannya disalin dengan benar.
Kapan sebaiknya undangan disebar?
Dua sampai tiga minggu sebelum akad sudah cukup. Untuk kakek, nenek, dan guru ngaji keluarga, sebaiknya kabari langsung dulu, baru kirim tautannya.
Kalau sudah menemukan tema yang cocok, isi datanya di halaman Buat Undangan. Pratinjaunya langsung terlihat, jadi kalian bisa menunjukkan hasilnya ke orang tua sebelum disebar.